Home / Berita / DPMPTSPTK Pangkalpinang Catat Baru 8 TKA yang Memiliki RPTKA

DPMPTSPTK Pangkalpinang Catat Baru 8 TKA yang Memiliki RPTKA

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang mencatat sebanyak delapan tenaga kerja asing (TKA) diketahui baru memiliki dokumen rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA).

Jumlah tersebut diperoleh melalui informasi dari Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) dari 1-31 Juni 2022 dengan rincian 5 dari Tiongkok dan 3 orang dari Thailand yang bekerja di sektor industri peleburan timah.

Diketahui berdasarkan PP Nomor 34 Tahun 2021 dan Permenaker Nomor 8 Tahun 2021 RPTKA berfungsi sebagai persyaratan guna mempekerjakan TKA yang bekerja di perusahaan baik swasta maupun nasional. Oleh karena itu, setiap TKA wajib memiliki dokumen tersebut agar legalitasnya terjamin.

Namun, kondisi lapangan justru berbeda masih ada TKA serta beberapa perusahaan di Kota Pangkalpinang yang belum melaporkan RPTKA terhadap pemerintah setempat.

Kepala bidang (Kabid) naker DPMPTSP Pangkalpinang Amrah menuturkan hal tersebut diperoleh setelah tim pelaksana kerja melakukan penyisiran terhadap berbagai perusahaan yang ada di Kota Pangkalpinang.

Dari temuan tersebut, dikatakannya ada sejumlah TKA yang bekerja namun statusnya belum dilaporkan pada RPTKA.

“Kita punya tim yang bertugas memantau langsung perusahaan-perusahaan yang memiliki tenaga kerja asing,” ucapnya saat dikonfirmasi Bangkapos.com pada Senin (25/7/2022).

Kendati demikian, pihaknya berupaya untuk mensosialisasikan kepada perusahaan agar melaporkan status tenaga kerja asing melalui RPTKA kepada Pemkot Pangkalpinang.

Sebab, dengan adanya RPTKA status TKA tidak dicap ilegal, serta mempermudahkan pendataan khususnya mengenai pajak retribusi guna meningkatkan pendapatan daerah.

Retribusi TKA yang didapatkan setiap tahun berdasarkan PP Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2021 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing setidaknya sebesar US$ 100, atau seratus dolar Amerika.

Atau jika dirupiahkan dengan kurs rupiah saat ini Rp14.974,75 per dollar AS artinya TKA membayar retribusi Rp1.497.475 per bulan.

Oleh karena itu, Amrah menghimbau kepada perusahaan yang menggunakan TKA yang telah memiliki RPTKA agar melaporkan secara rutin sesuai format yang diberikan.

Selain itu, bagi TKA yang belum memiliki dokumen tersebut, agar membuatnya dengan sesegera mungkin baik itu di Pemkot Pangkalpinang maupun Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.

“Jika nanti sewaktu-sewaktu tim kami melakukan penelusuran dan masih ditemukan kembali, maka kami akan melakulan upaya penegakan hukum seperti di deportasi ke negara asalnya,” ucapnya.

(Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani)

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul DPMPTSPTK Pangkalpinang Catat Baru 8 TKA yang Memiliki RPTKA, https://bangka.tribunnews.com/2022/07/25/dpmptsptk-pangkalpinang-catat-baru-8-tka-yang-memiliki-rptka.
Penulis: Akhmad Rifqi Ramadhani | Editor: Tedja Pramana

About Admin

Check Also

Prediksi Investasi di Pangkalpinang Tahun 2022 Melejit, Kini Sudah Terealisasi Rp171 Miliar Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Prediksi Investasi di Pangkalpinang Tahun 2022 Melejit, Kini Sudah Terealisasi Rp171 Miliar

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang nampaknya memprediksi investasi di kota beribu senyuman ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.